Senin, 22 April 2013

Latisha Almira Kusumah Noma

Sabtu, 20 April 2013.. Akhirnya hari yang dinanti itu datang juga.. and as always.. AMAZING!!!
Alhamdulillah.. Semua perjalanan hidup ini begitu luar biasa, mengandung hikmah dan pembelajaran yang sangat dalam untuk kehidupanku.



LATISHA ALMIRA KUSUMAH NOMA..

begitulah kami menamai janin yang telah 9 bulan berkembang dalam rahim istriku ( Imas Fauziah ).
Beratnya perjuangan kami melalui masa demi masa sungguh luar biasa. Kehilangan pekerjaan, pindah2 pekerjaan dan tempat tinggal, goncangan ekonomi, goncangan emosi, musibah silih berganti, masalah tiada henti.. Subhanallah.. Alhamdulillah.. kami selalu percaya, segala kesulitan dan cobaan adalah bentuk perhatian dari-Mu ya Allah.. dan semoga kami termasuk kedalam golongan orang-orang sabar, yang mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi hambamu yang Soleh dan Sholehah.

Kamis, 18 April 2013 Malam, Istriku sudah mengalami mulas dan kontraksi, namun berdasarkan prediksi dokter, waktunya masih sangat jauh, dmn prediksinya adalah tanggal 29 April 2013 dan prediksi Istriku adalah 2 Mei 2013. Hal ini menyebabkan Istriku tidak terlalu khawatir dan tetap bekerja seperti biasa.
Namun, sepulangnya dia dari pekerjaan tiba-tiba keluarlah cairan disertai sedikit flek darah. Istriku sempat panik, namun dengan keyakinannya akan prediksi tanggal kelahiran, hal itu dianggap sebagai hal biasa dikarenakan kelelahan dalam bekerja.

Jum'at. 19 April 2013 Pagi, Ibu dan Ibu mertuaku langsung berangkat menuju kosan kami ( di bandung ), dimana istriku sudah tak mampu bergerak karena kontraksi dan rasa mulas yang terus datang secara berkesinambungan. Namun, luarbiasanya Istriku tetap dengan pendiriannya dan tetap merasa baik-baik saja.
Segala bujuk rayu dan nasihat telah dikeluarkan oleh ke-2 Ibu2 tsb, namun Istriku bersikukuh untuk tidak mau ikut pulang dan ingin menunggu kepulanganku ( Sehubungan dengan tempat kerja kami yang berlainan kota, jadi setiap Jumat malam aku pulang ke Bandung untuk bertemu keluarga kecilku ).

Malam harinya seperti biasa aku tiba di Bandung sekitar jam 11 malam dan semua terlihat normal dan baik-baik saja, kami masih bisa bercanda dan tertawa seperti biasa walaupun istriku masih merasakan mulas dan kontraksi yang terus datang secara berkala. Hingga akhirnya skitar pukul 03.30 besok harinya, kami berdua terbangun dan kaget karena adanya cairan yang mengalir dengan deras dan kami pastikan bahwa itu adalah air ketuban, kejadian itu terus berlangsung sekitar 1/2 Jam hingga akhirnya kami bergegas dan meminta pertolongan. Alhamdulillah, hal itu terjadi disaat aku ada disana untuk menemani istriku, Mas Ian ( teman / saudara satu kosan ) ada pada tempatnya, dan Ibuku ada di Bandung juga. Sehingga sekitar jam 04.00 dengan bantuan mas Ian kami dapat segera pergi ke tempat bidan.

Sabtu, 20 April 2013..
Ditempat bidan Ibuku sudah menunggu dengan khawatir, kemudian tak lama istriku segera diperiksa oleh Bidan di daerah Cikaso, Ibu Bidan Lina. Dari beliaulah kami mengetahui kepastian bahwa sudah terjadi pembukaan 1 dengan posisi bayi yang masih sungsang ( kepala diatas ) dan air ketuban yang sudah pecah.
Dengan segera kamipun dirujuk untuk melakukan operasi Caesar di RS Bungsu, Bandung.

Tanpa membuang waktu lagi kami segera menuju ke RS Bungsu, dan Alhamdulillah diterima dengan baik dan tidak berbelit-belit dalam melakukan proses administrasi sehingga istriku dapat langsung mendapatkan pelayanan dan perawatan dengan baik. Sempat menunggu sekitar 2 jam ( dikarenakan ruang operasi sedang digunakan untuk operasi caesar juga ) Akhirnya, sekitar pukul 07.00 , Istriku memasuki ruang operasi dengan segala kepanikan yang ada. Subhanallah, sebuah moment yang sangat menegangkan harus kami lalui. Sepanjang waktu, aku dan keluarga yang saat itu hadir, berusaha memberikan kekuatan dan ketenangan kepada Istriku hingga akhirnya Operasi dimulai, kami hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik dari luar ruangan.
Alhamdulillah.. tak membutuhkan waktu yang lama, sekitar jam 07.45, kami mendengar suara tangisan bayi, cukup kencang sehingga kami dapat mendengarnya dari luar. Tak lama kemudian, seorang perawat memanggilku dan mempertemukanku dengan seorang Makhluk Mungil yang menggetarkan hatiku.
Pandangan pertamaku padanya tak kan pernah bisa ku lupakan, Subhanallah.. begitu luar biasa ciptaanmu ini..
Mendengar suara tangisnya, melihat keadaan fisiknya, mengetahui keadaannya baik2 saja, adalah hal paling membahagiakan bagi kami. Subhanallah, aku hanya bisa memandangnya dan tak mampu berkata banyak, hanya ucapan syukur dan dzikir yang terus ku panjatkan, hingga tiba waktunya dia didoakan, akhirnya aku hanya bisa menangis dalam doa. Selesai berdoa dan menenangkan diri, kemudian aku kumandangkan Adzan dan Iqomah ditelinganya, dengan menahan tangis, aku berusaha melafalkan kata demi kata dengan baik, semoga hal itu akan menjadi modal awal untuknya.

Subhanallah, detik2 menegangkan sudah terlewati, semua penantian, semua perjuangan, semua kesulitan, masalah, musibah, seolah hilang.. tersapu oleh tangisan kecilnya.. terhapus dengan kedatangan Makhluk Pembawa Kebahagiaan, Putri dari Keluarga Kusumah Noma :

LATISHA ALMIRA KUSUMAH NOMA.

Subhanallah, Syukur Alhamdulillah..

Terima kasih ya Allah.. Terima kasih atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada kami.

Semoga anak ini, selalu menjadi pembawa kebahagiaan dan menjadi Wanita Sholehah yang selalu mengabdi pada-Mu dan berbakti pada orangtuanya.
Semoga menjadi anak yang sehat lahir dan batinnya, pintar dunia akhiratnya, dilimpahkan rejekinya dan bahagia dunia dan akhiratnya.
Semua untaian doa yang mengalir menemani kehadiranya ke dunia ini, semoga menjadi kebaikan bagi mereka yang mendoakan, dan kebaikan serta kebahagiaan bagi kami keluarganya dan tentu bagi dirinya.

Aamiinn.. Aaaammmiinn.. Aaaaammmiiiinnn....

Subhanallah, Alhamdulillah..

Unknown

Author & Editor

Hirup mah ngan saukur heuheuy jeung deudeuh..

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.