Senin, 26 Februari 2018

Another Beginning

THE RED TEAM ARRIVED

Alhamdulillah.. Akhirnya setelah perjuangan panjaang sampai juga kami di Negeri ini. Tapi ini bukan kesuksesan, belum.. Ini hanya suatu awal yang baru.

 Lebih dari 5 tahun kami berjuang dalam ikhtiar dan doa. Tidak mudah, sangat berat. Tapi kami saling melengkapi dalam kekurangan, saling mendukung dalam tangis dan tawa. Saling mengisi dalam kekosongan.

Jumat, 14 Juli 2017. Untuk pertama kalinya kami tahu kemana selanjutnya kami akan berlabuh, ya Bern Switzerland. Suatu negeri yang indah dikata orang, suatu negeri impian bagi kami, suatu jawaban atas doa dan ikhtiar kami.

Jauh sebelumnya pada saat anak pertama kami berusia kurang lebih 2th, kami mengajarkan doa yang disesuaikan dgn harapannya. Latisha Almira, anak sulung kami yg saat itu mengidolakan Masha & Bear ingin merasakan main salju seperti yang dia lihat d film favoritnya.
Dari situ kami ajarkan doa "Ya Allah, postingkanlah papa, mommy, teteh (yg kemudian ditambah "dan dede bayi kembar") ke tempat yang aman, nyaman dan bersalju."

Subhanallah.. Saat ini sebagian doa kami telah terkabul. Meskipun bukan moscow, tp Allah menjawab doa kami dengan InsyaAllah jawaban yg terbaik. Indahnya tempat ini, subhanallah.. InsyaAllah dipostingan berikut2nya.. 😁

Sebelum keberangkatan kami, Kurang lebih 6 bulan persiapan kami menuju tempat ini. Persiapan dan perjuangan yg luar biasa. Keluarga besar dgn 1 balita dan 2 batita kembar, butuh mengumpulkan buanyak.. Ya buanyak bgt perlengkapan. Perintilan yang rasanya ga ada abisnya. Padahal, dana belum ada, waktu semakin menipis, stress rasanya. Beruntung banyak pihak yg bersedia kami repotkan.. 😅 Terima kasih temans atas pinjamanya.

Belum lagi agenda kuliah dgn kampus yg yaa gt deh.. 😅. Sempat bikin drop segala rencana dan semangat. Perjuangan ini tak kalah menguras jiwa, ya jiwa bukan hanya tenaga dan pikiran, tp seluruh jiwa dan raga.
Sekali lagi, Alhamdulillah melalui darah dan air mata phase ini terlalui juga, meskipun waktu berangkat harus mundur, tp dinyatakan lulus (meskipun belum wisuda) seminggu sebelum berangkat, rasanya sudah cukup membahagiakan. Setidaknya, 1 ujian telah terlewati.

Namun, perjuangan belum berakhir kawan. Keriweuhan di hari H keberangkatan tak kalah seru, mulai dari datang terlambat ke CGK, Overweight 15 kg (65$/kg), keluarga terakhir yg naek pesawat ditungguin pula.. dan twino yg kaget pada penerbangan pertamanyaa.. Tangan penuh, ya gendong twino ya bawa barang jg.. Subhanallah.. perjuangan 22 Jam perjalanan sampai akhirnya kami `pingsan` sesampainya kami di apartement.

Itu hanya singkat cerita saja, terlalu panjang terlalu banyak cerita beratnya perjuangan kami sampai ke Negeri ini.
Namun kami sangat bersyukur akhirnya kami ada di tempat ini. Tapi sekali lagi.. ini hanya sekedar awal yg baru. Perjuangan akan terus berlanjut. Tapi kami sangat tidak sabar untuk menjelajahi Negeri ini, dengan segala cerita orang, dengan segala keragaman dan kenikmatan yg dibayangkan sebelumnya. Belum lagi negara-negara tetangga yg juga menyimpan sejuta cerita.
Tak sabar rasanya, tapi life is a proccess.. nikmati saja prosesnya sertai ikhtiar dan doa, serahkan hasilnya sama Allah sang pemilik sebaik-baiknya rencana.

InsyaAllah.. 3 tahun kedepan kami akan berjuang di Negeri ini. Semoga perjuangan kami lebih ringan, lelah kami menjadi ibadah, petualangan di Negeri Orang menjadi bagian indah dalam cerita kehidupan kami. Menjadi satu babak baru dalam kehidupan kami. Babak yg lebih baik dan bukan babak belur. 😅

Riza Noma, Bern 2018

Rabu, 28 Desember 2016

Senin, 07 November 2016

My Twins Story

RSIA Asri - Purwakarta,

Dari dulu selalu amaze sm orang kembar.
Waktu kecil, rasanya pengen punya kembaran, sering berkhayal seolah punya kembaran.
Besar dikit, mulai jatuh cinta sm anak kembar. Selalu seneng punya temen kembar, keren..
Sampai akhirnya mulai berharap dan berdoa bs punya anak kembar.
Entah berapa sering aku berkata / bercerita, bahwa nanti, pengen punya anak kembar.

Kehamilan ke-2 istriku (Imas Fauziah) entah mengapa rasanya berbeda. Lebih emosional mungkin karena kehamilan ini bagai oase diluasnya gurun kehidupan. Disaat kekuatan dan keyakinan kami terus diuji, tiba2 Allah anugrahkan hadiah terindah ke-2 dalam hidup kami.
Lebih2 lagi, ketika seperti biasa kami berkunjung ke rumah eyang (Prof.Sofie, begitu kami memanggilnya), beliau berkata anak kami kembar dan laki2..

Subhanallah, air mata tak bisa terbendung lg. Tentu bukan karena kami sedih tp karena begitu besar rejeki yg Allah titipkan kepada kami.

Setelah itu, kami jauh lebih byk berdoa karena kami sadar, kehamilan kembar itu jauh lebih beresiko dan penuh dengan perjuangan. Banyaak sekali cerita2 pedih, perjuangan sedih dan haru biru dalam perjalanannya.

Sampai akhirnya, hari ini kami bertemu dengan malaikat2 kecil kami.

Alhamdulillah, telah lahir dengan selamat melalui persalinan normal putra ke-2 dan ke-3 kami :

Muhammad Kamil Kusumah Noma
&
Muhammad Kemal Kusumah Noma

Senin, 7 November 2016 jam 05.45
Di RSIA Asri Purwakarta.


Meskipun sang adik harus mendapatkan perawatan extra, kami percaya mereka akan saling menguatkan.
Sebagai mana doa kami dalam nama mereka : yaitu Sempurna dan Menyempurnakan.

Kehadiran dua jagoan ini membuat hidup kami sangat sempurna. 1 Putri cantik dan 2 Pangeran Kembar.
Maka nikmat Allah mana lg yg engkau dustakan.

Subhanallah.. Alhamdulillah..
Terima kasih ya Allah..
Engkau berikan kehidupan yang begitu indah.
Berikan kami kekuatan, kemampuan untuk istiqomah menjaga dan mendidik malaikat2 kecil yg engkau titipkan kepada kami.
Jadikan mereka, hamba2mu yg selalu taat dan berjuang dijalan-Mu, berbakti kepada orang tua dan menebarkan kebahagiaan kepada semua.

Aamiin..

Selipan doa dalam nama :
Nama mereka terinspirasi oleh sosok pemimpin yg sangat kami kagumi (RED : Kang Emil)
Semoga mereka akan tumbuh dan belajar menjadi pemimpin yang amanah, teladan dan menyayangi serta disayangi umatnya kelak.

Aamiin..




Rabu, 13 April 2016

The Most Emotional Dawn

Senin, 28 Maret 2016


Pagi itu, segala rasa bercampur.. Air mata bahagia serta haru tak dapat terbendung. Entah mengapa, kehadiran 'Positif' yang kedua ini berasa sangat emosional.

Pagi itu rasanya Sholat begitu nikmat, meski harus terbata-bata, terdiam sejenak untuk menarik nafas, namun rasanya itulah Sholat yang paling nikmat yang pernah kami alami. Air mata mungkin menghentikan kami sejenak, tapi tidak menghentikan hati kami untuk terus berdoa dan mengucap syukur.

Subhanallah.. Ditengah kegamangan hidup, Engkau hadirkan kebahagiaan luar biasa. Salah satu rejeki sekaligus kepercayaan paling besar dalam hidup. Ya Allah.. Terima kasih atas anugerah-Mu yang begitu tak terhingga.

Semoga Engkau lebarkan pintu rejeki kami, Engkau datangkan dari berbagai arah agar kami dapat terus menjaga kepercayaan Engkau ya Allah.. Aamiin..

Ya Allah.. berikanlah kami kekuatan untuk menjaga dan membesarkan titipan-Mu.
Jadikanlah kami orang tua yang baik.. yang mampu menjaga serta mendidik mereka menjadi hamba-Mu yang sholeh dan sholehah.
Jadikanlah mereka anak-anak yang membanggakan keluarga serta membahagiakan semua orang disekelilingnya.

Ya Allah.. terima kasih.



Sedikit do'a kecil kami untuk anugerah-Mu ini ya Allah..

Anugerahkanlah kepada kami, putra-putra yang sholeh, sehat lahir dan bathinnya, pinter, bageur, cageur, menjadi kebanggaan keluarga dan membawa kebahagiaan bagi semua orang disekitarnya..
Aaamiin..


Senin, 22 April 2013

Jurnal Syukurku

Carakaloka - Asrama Kemlu

Asrama @ 22 April 2013

Subhanallah..

Akhirnya semuanya telah dilalui..

Sulit untuk menjelaskan apa yang sebenarnya ku rasakan malam ini..

Hanya kata2 syukur dan dzikir yang bisa kuucapkan..

Subhanallah.. Allahhuakbar.. Alhamdulillah...


It's hard to explain what i feel tonight.. The only words that i can say is "Alhamdulillah".. -MyAmazingLife-

Latisha Almira Kusumah Noma

Sabtu, 20 April 2013.. Akhirnya hari yang dinanti itu datang juga.. and as always.. AMAZING!!!
Alhamdulillah.. Semua perjalanan hidup ini begitu luar biasa, mengandung hikmah dan pembelajaran yang sangat dalam untuk kehidupanku.



LATISHA ALMIRA KUSUMAH NOMA..

begitulah kami menamai janin yang telah 9 bulan berkembang dalam rahim istriku ( Imas Fauziah ).
Beratnya perjuangan kami melalui masa demi masa sungguh luar biasa. Kehilangan pekerjaan, pindah2 pekerjaan dan tempat tinggal, goncangan ekonomi, goncangan emosi, musibah silih berganti, masalah tiada henti.. Subhanallah.. Alhamdulillah.. kami selalu percaya, segala kesulitan dan cobaan adalah bentuk perhatian dari-Mu ya Allah.. dan semoga kami termasuk kedalam golongan orang-orang sabar, yang mampu bangkit dari keterpurukan dan menjadi hambamu yang Soleh dan Sholehah.

Kamis, 18 April 2013 Malam, Istriku sudah mengalami mulas dan kontraksi, namun berdasarkan prediksi dokter, waktunya masih sangat jauh, dmn prediksinya adalah tanggal 29 April 2013 dan prediksi Istriku adalah 2 Mei 2013. Hal ini menyebabkan Istriku tidak terlalu khawatir dan tetap bekerja seperti biasa.
Namun, sepulangnya dia dari pekerjaan tiba-tiba keluarlah cairan disertai sedikit flek darah. Istriku sempat panik, namun dengan keyakinannya akan prediksi tanggal kelahiran, hal itu dianggap sebagai hal biasa dikarenakan kelelahan dalam bekerja.

Jum'at. 19 April 2013 Pagi, Ibu dan Ibu mertuaku langsung berangkat menuju kosan kami ( di bandung ), dimana istriku sudah tak mampu bergerak karena kontraksi dan rasa mulas yang terus datang secara berkesinambungan. Namun, luarbiasanya Istriku tetap dengan pendiriannya dan tetap merasa baik-baik saja.
Segala bujuk rayu dan nasihat telah dikeluarkan oleh ke-2 Ibu2 tsb, namun Istriku bersikukuh untuk tidak mau ikut pulang dan ingin menunggu kepulanganku ( Sehubungan dengan tempat kerja kami yang berlainan kota, jadi setiap Jumat malam aku pulang ke Bandung untuk bertemu keluarga kecilku ).

Malam harinya seperti biasa aku tiba di Bandung sekitar jam 11 malam dan semua terlihat normal dan baik-baik saja, kami masih bisa bercanda dan tertawa seperti biasa walaupun istriku masih merasakan mulas dan kontraksi yang terus datang secara berkala. Hingga akhirnya skitar pukul 03.30 besok harinya, kami berdua terbangun dan kaget karena adanya cairan yang mengalir dengan deras dan kami pastikan bahwa itu adalah air ketuban, kejadian itu terus berlangsung sekitar 1/2 Jam hingga akhirnya kami bergegas dan meminta pertolongan. Alhamdulillah, hal itu terjadi disaat aku ada disana untuk menemani istriku, Mas Ian ( teman / saudara satu kosan ) ada pada tempatnya, dan Ibuku ada di Bandung juga. Sehingga sekitar jam 04.00 dengan bantuan mas Ian kami dapat segera pergi ke tempat bidan.

Sabtu, 20 April 2013..
Ditempat bidan Ibuku sudah menunggu dengan khawatir, kemudian tak lama istriku segera diperiksa oleh Bidan di daerah Cikaso, Ibu Bidan Lina. Dari beliaulah kami mengetahui kepastian bahwa sudah terjadi pembukaan 1 dengan posisi bayi yang masih sungsang ( kepala diatas ) dan air ketuban yang sudah pecah.
Dengan segera kamipun dirujuk untuk melakukan operasi Caesar di RS Bungsu, Bandung.

Tanpa membuang waktu lagi kami segera menuju ke RS Bungsu, dan Alhamdulillah diterima dengan baik dan tidak berbelit-belit dalam melakukan proses administrasi sehingga istriku dapat langsung mendapatkan pelayanan dan perawatan dengan baik. Sempat menunggu sekitar 2 jam ( dikarenakan ruang operasi sedang digunakan untuk operasi caesar juga ) Akhirnya, sekitar pukul 07.00 , Istriku memasuki ruang operasi dengan segala kepanikan yang ada. Subhanallah, sebuah moment yang sangat menegangkan harus kami lalui. Sepanjang waktu, aku dan keluarga yang saat itu hadir, berusaha memberikan kekuatan dan ketenangan kepada Istriku hingga akhirnya Operasi dimulai, kami hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik dari luar ruangan.
Alhamdulillah.. tak membutuhkan waktu yang lama, sekitar jam 07.45, kami mendengar suara tangisan bayi, cukup kencang sehingga kami dapat mendengarnya dari luar. Tak lama kemudian, seorang perawat memanggilku dan mempertemukanku dengan seorang Makhluk Mungil yang menggetarkan hatiku.
Pandangan pertamaku padanya tak kan pernah bisa ku lupakan, Subhanallah.. begitu luar biasa ciptaanmu ini..
Mendengar suara tangisnya, melihat keadaan fisiknya, mengetahui keadaannya baik2 saja, adalah hal paling membahagiakan bagi kami. Subhanallah, aku hanya bisa memandangnya dan tak mampu berkata banyak, hanya ucapan syukur dan dzikir yang terus ku panjatkan, hingga tiba waktunya dia didoakan, akhirnya aku hanya bisa menangis dalam doa. Selesai berdoa dan menenangkan diri, kemudian aku kumandangkan Adzan dan Iqomah ditelinganya, dengan menahan tangis, aku berusaha melafalkan kata demi kata dengan baik, semoga hal itu akan menjadi modal awal untuknya.

Subhanallah, detik2 menegangkan sudah terlewati, semua penantian, semua perjuangan, semua kesulitan, masalah, musibah, seolah hilang.. tersapu oleh tangisan kecilnya.. terhapus dengan kedatangan Makhluk Pembawa Kebahagiaan, Putri dari Keluarga Kusumah Noma :

LATISHA ALMIRA KUSUMAH NOMA.

Subhanallah, Syukur Alhamdulillah..

Terima kasih ya Allah.. Terima kasih atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada kami.

Semoga anak ini, selalu menjadi pembawa kebahagiaan dan menjadi Wanita Sholehah yang selalu mengabdi pada-Mu dan berbakti pada orangtuanya.
Semoga menjadi anak yang sehat lahir dan batinnya, pintar dunia akhiratnya, dilimpahkan rejekinya dan bahagia dunia dan akhiratnya.
Semua untaian doa yang mengalir menemani kehadiranya ke dunia ini, semoga menjadi kebaikan bagi mereka yang mendoakan, dan kebaikan serta kebahagiaan bagi kami keluarganya dan tentu bagi dirinya.

Aamiinn.. Aaaammmiinn.. Aaaaammmiiiinnn....

Subhanallah, Alhamdulillah..

I'm Back!!!




Bismillah.. Mencoba kembali

Huuss Huuss.. adduuuhh ini blog ko udah banyak sarang laba2nya yaah.. :D

yuppss.. kehilangan semangat untuk menulis dalam rentang waktu yg sangat lama membuat blog ini mati suri..
tp sekarang.. BISMILLAH.. mencoba kembali.. lahaula.. hehe..

sayangnya mungkin ceritanya jd lompat2.. tp gpp laah..

sekenanya saja.. heuheu..

*kepikiran, ntar2 ni blog dikasi judul Geje aja kali yaa!! :D
 
biz.