![]() |
| THE RED TEAM ARRIVED |
Alhamdulillah.. Akhirnya setelah perjuangan panjaang sampai juga kami di Negeri ini. Tapi ini bukan kesuksesan, belum.. Ini hanya suatu awal yang baru.
Lebih dari 5 tahun kami berjuang dalam ikhtiar dan doa. Tidak mudah, sangat berat. Tapi kami saling melengkapi dalam kekurangan, saling mendukung dalam tangis dan tawa. Saling mengisi dalam kekosongan.
Jumat, 14 Juli 2017. Untuk pertama kalinya kami tahu kemana selanjutnya kami akan berlabuh, ya Bern Switzerland. Suatu negeri yang indah dikata orang, suatu negeri impian bagi kami, suatu jawaban atas doa dan ikhtiar kami.
Jauh sebelumnya pada saat anak pertama kami berusia kurang lebih 2th, kami mengajarkan doa yang disesuaikan dgn harapannya. Latisha Almira, anak sulung kami yg saat itu mengidolakan Masha & Bear ingin merasakan main salju seperti yang dia lihat d film favoritnya.
Dari situ kami ajarkan doa "Ya Allah, postingkanlah papa, mommy, teteh (yg kemudian ditambah "dan dede bayi kembar") ke tempat yang aman, nyaman dan bersalju."
Subhanallah.. Saat ini sebagian doa kami telah terkabul. Meskipun bukan moscow, tp Allah menjawab doa kami dengan InsyaAllah jawaban yg terbaik. Indahnya tempat ini, subhanallah.. InsyaAllah dipostingan berikut2nya.. 😁
Sebelum keberangkatan kami, Kurang lebih 6 bulan persiapan kami menuju tempat ini. Persiapan dan perjuangan yg luar biasa. Keluarga besar dgn 1 balita dan 2 batita kembar, butuh mengumpulkan buanyak.. Ya buanyak bgt perlengkapan. Perintilan yang rasanya ga ada abisnya. Padahal, dana belum ada, waktu semakin menipis, stress rasanya. Beruntung banyak pihak yg bersedia kami repotkan.. 😅 Terima kasih temans atas pinjamanya.
Belum lagi agenda kuliah dgn kampus yg yaa gt deh.. 😅. Sempat bikin drop segala rencana dan semangat. Perjuangan ini tak kalah menguras jiwa, ya jiwa bukan hanya tenaga dan pikiran, tp seluruh jiwa dan raga.
Sekali lagi, Alhamdulillah melalui darah dan air mata phase ini terlalui juga, meskipun waktu berangkat harus mundur, tp dinyatakan lulus (meskipun belum wisuda) seminggu sebelum berangkat, rasanya sudah cukup membahagiakan. Setidaknya, 1 ujian telah terlewati.
Namun, perjuangan belum berakhir kawan. Keriweuhan di hari H keberangkatan tak kalah seru, mulai dari datang terlambat ke CGK, Overweight 15 kg (65$/kg), keluarga terakhir yg naek pesawat ditungguin pula.. dan twino yg kaget pada penerbangan pertamanyaa.. Tangan penuh, ya gendong twino ya bawa barang jg.. Subhanallah.. perjuangan 22 Jam perjalanan sampai akhirnya kami `pingsan` sesampainya kami di apartement.
Itu hanya singkat cerita saja, terlalu panjang terlalu banyak cerita beratnya perjuangan kami sampai ke Negeri ini.
Namun kami sangat bersyukur akhirnya kami ada di tempat ini. Tapi sekali lagi.. ini hanya sekedar awal yg baru. Perjuangan akan terus berlanjut. Tapi kami sangat tidak sabar untuk menjelajahi Negeri ini, dengan segala cerita orang, dengan segala keragaman dan kenikmatan yg dibayangkan sebelumnya. Belum lagi negara-negara tetangga yg juga menyimpan sejuta cerita.
Tak sabar rasanya, tapi life is a proccess.. nikmati saja prosesnya sertai ikhtiar dan doa, serahkan hasilnya sama Allah sang pemilik sebaik-baiknya rencana.
InsyaAllah.. 3 tahun kedepan kami akan berjuang di Negeri ini. Semoga perjuangan kami lebih ringan, lelah kami menjadi ibadah, petualangan di Negeri Orang menjadi bagian indah dalam cerita kehidupan kami. Menjadi satu babak baru dalam kehidupan kami. Babak yg lebih baik dan bukan babak belur. 😅
![]() |
| Riza Noma, Bern 2018 |







