Jumat, 21 September 2012

Pilkada DKI Jakarta Putaran 2

Berikut ini detik-detik akhir PILKADA DKI putaran 2 :
Gubernur DKI Fauzi Bowo memberikan ucapan selamat kepada Joko Widodo yang menurut perhitungan cepat sejumlah lembaga survei dinyatakan menang di pilkada DKI putaran 2.

"Baru dua menit yang lalu ditelepon sama Pak Fauzi, mengucapkan selamat," kata Jokowi saat makan siang di Menteng.

Jokowi menyatakan tidak ada satu pun warga DKI yang ditinggalkan dalam membangun Jakarta. Ia juga menghimbau para pendukungnya tidak perlu melakukan konvoi kemenangan dan berhura-hura. "Cukup sujud syukur di lingkungan masing-masing," kata Jokowi dalam siaran langsung di TV One dan Metro TV.

Pasangan Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, menambahkan: "Pak Fauzi dan saya Nachrowi Ramli minta maaf kepada masyarakat Jakarta bila saat sosialisasi ada yang kurang berkenan. ke depan kita susun kembali kehidpan yang lebih baik. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman tenteram dan damai."

Dalam konferensi persnya, Fauzi Bowo tidak menyebut nama Joko Widodo ataupun Basuki. Ia hanya menyebut 'pasangan nomor 3' kepada lawan politiknya itu.

"Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli adalah pendukung setia demokrasi. Proses demokrasi yang berjalan dengan baik dan lancar, bukan hanya kami dukung, kami junjung tinggi."

"Kita tahu semua, quick count adalah metode ilmiah yang digunakan di mana saja dan patut kita respek. oleh karena itu, hasil quick count yg sudah diketahui publik ini pun kami respek dengan baik."

"Dari berbagai quick count yang sudah diumumkan, pasang kami berdua adalah pasangan yang tertinggal. Oleh karena itu. sambil menunggu proses perhitungan final oleh KPU, kami menyampaikan penghargaan kepada pasangan nomor 3 sebagai yang leading dalam quick count ini dan pemenang."

"Kita persilakan KPU menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik, hingga sampai pada keputusan akhir. Kemudian saya tentu sudah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan nomor 3 dengan harapan agar amanah warga Jakarta ini hendaknya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik."

Selamat untuk Pasangan JB (Jokowi-Basuki) semoga dapat mewujudkan JB (Jakarta Baru).

Rabu, 19 September 2012

Jokowi - Pidato Penutupan Kampanye Pilkada DKI

Lagi iseng jalan2 di dunia maya.. tiba2 nemu hal yang menarik perhatian ane..
yups.. besok (RED:20 Sept'12) hari pencoblosan putaran ke-2.

kira2 siapa yaa yang bakal menduduki kursi DKI 1 ??

yups.. ane memang lebih senang sama jokowi, dari sedikit pengetahuan yg ane punya tentang beliau, tp ane simpatik sm cagub yg 1 ini.

tp yg pasti, buat ane sih ga ngaruh. mau jokowi mau sapa kek.. toh ane ga ikut milih dan ane juga ngga tinggal di jakarta.. :D
berikut ini pidato sang cagub :


PIDATO PENUTUPAN KAMPANYE PILKADA DKI JAKARTA
JOKOWI

Alamu Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

Selamat malam,

Saudara-saudaraku warga Jakarta yang kuhormati dan yang kucintai,

Ijinkanlah saya untuk memberikan Pidato Penutup Kampanye Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang telah berlangsung selama tiga hari ini.

Saya, Jokowi (Joko Widodo) dan Basuki Tjahaja Purnama hendak menawarkan sebuah gebrakan perubahan bekerja bersama-sama anda, rakyat DKI mewujudkan sebuah Jakarta Baru.

Ijinkanlah saya dalam kesempatan ini mengingatkan kepada anda untuk memilih Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Anda akan memilih kami karena anda dan kita semua ingin hidup bahagia dan sejahtera. Karena kita ingin mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, sejahtera, karena kita sebagai warga negara ingin mendapatkan fasilitas pelayanan publik nomor satu, sehingga nantinya Jakarta tidak saja layak huni, tapi juga kota yang beradab dan manusiawi bagi warga dan penduduknya.

Hendak saya tegaskan disini, bahwa saya pelayan anda! Tak akan lelah saya berjalan, bekerja dan mengunjungi anda mulai dari gang-gang yang kumuh sampai jalan-jalan yang besar, mulai dari pasar-pasar tradisional sampai komplek-komplek perumahan di Jakarta untuk mengajak anda berjuang mewujudkan Jakarta Baru.

Kami sadar, bahwa kami bekerja tak lain dan tak bukan untuk mewujudkan harapan-harapan anda rakyat Jakarta. Saya harap seluruh pemilih untuk memastikan hadir di TPS pada tanggal 20 September 2012. Memastikan juga suara anda tidak sia-sia. Pastikan juga untuk mengamankan suara anda dalam proses penghitungan, karena setiap suara anda akan berarti untuk perubahan Jakarta. Disini saya pastikan bahwa hak dan tanggungjawab anda sebagai warga Jakarta tidak akan selesai setelah anda memilih. Setelah memilih maka suara anda akan didengar, anda semua akan dilibatkan untuk membangun Kota Jakarta yang kita cintai ini. Karena saya tidak akan bekerja sendirian atau bekerja untuk kepentingan saya atau kepentingan segelintir orang. Saya akan bekerja bersama anda semuanya.

Terkait dengan program-program pembangunan yang kami janjikan, anda semua tentu sudah mendengar, anda semua sudah menilai. Namun semua program itu tidak akan berarti jika anda tidak mendukung kami, jika anda tidak bersama-sama kami. Kami sendiri akan memastikan bahwa kami memang betul-betul bekerja untuk anda. Untuk kepentingan rakyat, memastikan jangan ada banjir lagi. Jangan ada kemacetan, korupsi, pengangguran, rakyat harus berdaya, berpendidikan.

Pada akhirnya saya tekankan disini bahwa kemenangan nomor tiga pada tanggal 20 September 2012 nanti, bukanlah semata-mata kemenangan Jokowi dan Basuki. Namun adalah kemenangan dari harapan anda sekalian yang memimpikan perubahan yang lebih baik dan manusiawi bagi Kota Jakarta. Pilihan itu adalah pilihan anda dan kemenangan itu adalah kemenangan anda, kemenangan kita semuanya.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Mari kita bersama-sama berjuang mewujudkan perubahan untuk Jakarta Baru.
Tuhan Bersama Kita!

Wassalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh,


salam Metal ( No. 3 ) for Jakarta Baru - Jokowi - Basuki

Sumber : Kaskus

Selasa, 18 September 2012

Hit & Run - PhotoShoot

Hit & Run
PhotoShoot


18 September 2012, akhirnya secara resmi terbentuklah usaha kami.

Berawal dari gagasan-gagasan kecil dan sekedar hobby, akhirnya kami tergerak untuk bersama berkumpul menjalankan usaha berdasarkan hobby yang kami sukai.

Hit & Run PhotoShoot, layanan jasa Photo yang kami rintis InsyaAllah dapat menjadi usaha sekaligus tempat bagi kami berkreasi dan menyalurkan hobby.

Semoga dengan doa dan kerja keras kami, suatu saat nanti Hit & Run akan menjadi usaha yang besar, tidak hanya sekumpulan orang dengan hobby yang sama, tapi dapat menjadi sebuah Studio Photo dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain nantinya.
Semoga.

Ammiiinnn..



Wortel, Telur dan Biji Kopi

Sebuah kisah yang saya temukan dan memang sama seperti anda, mungkin apa yang saya sampaikan ini bukan kali pertama anda baca. Tapi mungkin anda juga sama dengan saya, lupa akan makna yang pernah saya ambil dari cerita ini.
Oleh karena itu, mari kita sama2 mengingat makna yang tersirat dalam cerita ini.
Dan bagi anda yg untuk pertama kalinya membaca cerita ini, semoga anda dapat mengambil makna dan manfaat dari cerita ini.


Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.

Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir. Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya: “Sayangku, apa yang kaulihat?” “Wortel, telur, dan kopi,” jawab anaknya.

Sang ayah membawa anaknya mendekat dan memintanya meraba wortel. Ia melakukannya dan mendapati wortel-wortel itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya si anak mendapatkan telur matang yang keras. Yang terakhir sang ayah meminta anaknya menghirup kopi. Ia tersenyum saat mencium aroma kopi yang harum. Dengan rendah hati ia bertanya “Apa artinya, bapa?” Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda telah merasakan penderitaan yang sama, yakni air yang mendidih, tetapi reaksi masing-masing berbeda. Wortel yang kuat, keras, dan tegar, ternyata setelah dimasak dalam air mendidih menjadi lembut dan lemah. Telur yang rapuh, hanya memiliki kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah dimasak dalam air mendidih, cairan yang di dalam itu menjadi keras. Sedangkan biji-biji kopi sangat unik. Setelah dimasak dalam air mendidih, kopi itu mengubah air tawar menjadi enak.
“Yang mana engkau, anakku?” sang ayah bertanya.
“Ketika penderitaan mengetuk pintu hidupmu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau wortel, telur, atau kopi?”

Bagaimana dengan ANDA, sobat?

Apakah Anda seperti sebuah wortel, yang kelihatan keras, tetapi saat berhadapan dengan kepedihan dan penderitaan menjadi lembek, lemah, dan kehilangan kekuatan?
Apakah Anda seperti telur, yang mulanya berhati penurut? Apakah engkau tadinya berjiwa lembut, tetapi setelah terjadi kematian, perpecahan, perceraian, atau pemecatan, Anda menjadi keras dan kepala batu? Kulit luar Anda memang tetap sama, tetapi apakah Anda menjadi pahit, tegar hati,serta kepala batu?
Atau apakah Anda seperti biji kopi? Kopi mengubah air panas, hal yang membawa kepedihan itu, bahkan pada saat puncaknya ketika mencapai 100 C. Ketika air menjadi panas, rasanya justru menjadi lebih enak. Apabila Anda seperti biji kopi, maka ketika segala hal seolah-olah dalam keadaan yang terburuk sekalipun Anda dapat menjadi lebih baik dan juga membuat suasana di sekitar Anda menjadi lebih baik.
Bagaimana cara Anda menghadapi penderitaan? Apakah seperti wortel, telur, atau biji kopi?

Sumber: unknown

Asal-usul nama Bandung

Sebagai orang Bandung, lahir dan besar di Bandung.. Rasanya agak aneh juga klo ngga ngerti hal2 mengenai Bandung. Berikut ini saya coba paparkan sedikit temuan yang saya temukan disana-sini mengenai Asal-usul nama "Bandung".


Mengenai asal-usul nama “Bandung”, dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata ‘Bandung” dalam bahasa Sunda, identik dengan kata “banding” dalam bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabandeng (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata “Bandung” berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

Pendapat lain mengatakan, bahwa kata “bandung” mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng adalah sebutan untuk genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi “Bandung”. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa kata “Bandung” berasal dari kata “bendung”. Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata “Bandung” itu, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu). Akibatnya, daerah antara Padalarang hingga Cicalengka (± 30 kilometer) dan daerah antara Gunung Tangkuban Parahu hingga Soreang (± 50 kilometer) terendam air menjadi sebuah danau besar yang kemudian dikenal dengan sebutan “Danau Bandung” atau “Danau Bandung Purba”. Berdasarkan basil penelitian geologi, air “Danau Bandung” diperkirakan mulai surut pada masa neolitikum (± 8000 – 7000 s.M.). 
Proses surutnya air danau itu berlangsung secara bertahap dalam waktu berabad-abad.

Secara historis, kata atau nama “Bandung” mulai dikenal sejak di daerah bekas danau tersebut berdiri pemerintah Kabupaten Bandung (sekitar dekade ketiga abad ke-17). Dengan demikian, sebutan “Danau Bandung” terhadap danau besar itu pun terjadi setelah berdirinya Kabupaten Bandung.


Sumber : dongeng.org



Senin, 17 September 2012

Mencoba Sukses

Sebetulnya sudah sedari dulu saya ingin mencoba membuat sebuah blog, dan entah mengapa hari ini tiba-tiba saja saya tergerak untuk MENCOBA SUKSES.

Mengapa Mencoba Sukses??
Saya sempat membaca beberapa bisnis internet, sempat tertarik dan tergiur dengan janji-janji yang ditawarkan, tp entahlah.. hati saya belum benar-benar tergerak untuk mencoba.

Mungkin dengan memulai belajar dari membuat blog ini, siapa tau ada pencerahan.. :p

Dalam hidup, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan..
Tetapi, percayalah.. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita..
InsyaAllah.

Sekian dan terima kasih.


-RizaNoma-





 
biz.